Ferli Deni Iskandar, lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung dan Magister Manajemen Universitas Indonesia, menulis dari pertemuan dua dunia: disiplin tata kelola korporat lintas industri dan dinamika layanan utilitas air di Indonesia.
Fase pertama berlangsung hampir dua dekade sebagai konsultan teknologi informasi lintas industri: tata kelola proyek TI, manajemen risiko TI, manajemen vendor TI, dan manajemen gangguan jaringan untuk perusahaan serta lembaga skala besar di Indonesia, antara lain di sektor perbankan, telekomunikasi, jaminan sosial, dan energi. Nama klien tidak relevan di sini; yang relevan adalah polanya, yaitu proyek TI yang gagal bukan karena teknologinya buruk, melainkan karena keputusan, peran, risiko, dan indikator manfaatnya tidak pernah dibereskan sejak awal.
Fase kedua berlangsung lebih dari satu dekade terakhir di bidang teknologi informasi pada sebuah operator swasta utilitas air. Posisi itu memberi jarak sekaligus kedekatan: cukup dekat untuk melihat detail operasional lewat sistem dan data, cukup berjarak untuk mengenali pola berulang lintas organisasi. Agar batasnya jujur, penulis bukan insinyur air, bukan petugas lapangan, bukan pejabat PDAM, dan bukan direksi BUMD; penerapan tata kelola TI ke domain air dan ke dinamika organisasi pemerintah dibaca lewat pola berulang dan sumber publik, bukan sebagai pelaku atau saksi langsung.
Pengalaman itu tidak dipakai sebagai klaim otoritas formal, melainkan sebagai lensa untuk membaca pola keputusan, risiko, vendor, dan layanan yang berulang di banyak organisasi. Fokusnya sederhana: membantu manajemen membenahi keputusan teknologi sebelum krisis memaksa organisasi belajar dengan biaya yang jauh lebih mahal.
Penafian: Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis berdasarkan pengalaman praktis dan studi independen. Bukan pandangan institusional, bukan nasihat hukum, dan bukan instrumen audit resmi. Pembaca tetap perlu memverifikasi regulasi, standar, dan kondisi organisasi masing-masing sebelum mengambil keputusan operasional yang berdampak besar.